Sabtu, 21 Maret 2015

Contoh  Hasil Penggunaan Fiber Optik di Kehidupan




Banyak yang tidak tau kalau satu negara atau satu pulau diseluruh dunia terhubung melalui internet dengan perantara kabel, bagaimana caranya kabel bisa menghubungkan antar benua? apa mungkin membuat tiang seperti yang dilakukan PLN? tentu tidak. Kabel yang digunakan adalah kabel serat optik ( Fiber Optic) yang dimana ketika berada didaratan akan ditanam dibawah tanah, itu tuh yang suka ngerusak pinggir jalan akibat galian kabel FO. sedangkan untuk dibawah laut tetap akang menggunakan kabel jenis ini.

Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.
Saat ini sudah mencapai kabel generasi keenam dimana bisa menghantarkan data dalam waktu 5GB perdetik atau sekitar mengirim 7 film berformat VCD dalam satu detik. dan jumlahnyapun sudah ribuan kilometer, termasuk di Indonesia. Beberapa pulau di Indonesia sudah terhubung dengan backbone fiberoptik, kita kenal dengan istilah Palapa Ring, ya tinggal Indonesia bagian timur yang belum terhubung.
Serat kaca yang ada didalam kabel ini dibungkus oleh beberapa bahan lain sehingga kuat dan tahan lama, namun demikian terkadang jangkar kapal dapat juga memutuskan kabel ini atau bencana gempa seperti yang terjadi di jepang beberabapa waktu yang lalu akibat pergeseran vertikal pada kerak bumi.

Lalu bagaimana cara memasang kabel yang sebegitu panjang? namanya juga manusia yang diberi kemampuan berfikir, ada saja jalannya. Kabel yang begitu panjang akan dipasang dan disimpan dalam sebuah kapal besar dan digulung dengan rapih sehingga mudah dilepas. Titik awal kabel itu berada didaratan dan kemudian perlahan akan diturunkan kedasar laut dengan menggunakan alat yang dikendalikan secara robotik

Beberapa kota di Dunia menjadi titik-titik temu dari jalur-jalur fiber optik ini, yang paling ketara di Asia tenggara adalah Singapur, maka jangan salah jika internet rumahan dinegara ini tertinggi ketimbang negara kita yang terasa masih sangat lambat. Lalu kabel sepanjang itu akan dibentangkan dibawah laut dan tetap menggunakan repeater yang digunakan sebagai penguat.

Coba lihat peta dibawah ini, betapa panjangnya kabel yang terhubung sehingga kita bisa melakukan video call dengan teman kita yang ada di luar negeri atau mengirimkan data berjuta-juta jumlahnya.


Di Indonesia sendiri internet menggunakan Fiberoptik masih sangat jarang, sekarang ini masih hanya digunakan untuk menghubungkan titik-titik tertentu di satu kabupaten, jika dikota besar seperti di Jakarta atau di Bandung sudah ada beberapa operator yang sudah menggunakan jaringan fiberoptik untuk menyampaikan bandwith ke end user (pengguna akhir) dan hal itu sudah dilakukan di negera tetangga Singapur, jadi melihat orang bergoyang di youtube tidak menjadi goyang patah-patah akibat buffering. 

http://www.adisumaryadi.net/artikel/detail/teknologi-informasi/192/inilah-peta-kabel-internet-bawah-laut-di-dunia-waw.html


Semua jenis instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber ini, baik instalasi fiber optik bawah laut single mode maupun instalasi fiber optik bawah laut multi mode dipergunakan sesuai dengan kebutuhan aplikasi di lapangan. Cahaya instalasi fiber optik bawah tanah yang ada di dalam instalasi fiber optik bawah tanah atau kabel fiber tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi instalasi fiber optik bawah laut sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi atau untuk transmisi data maupun suara.

Perkembangan teknologi instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber saat ini, telah dapat menghasilkan instalasi fiber optik bawah laut dengan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga kemampuan instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber dalam mengirim atau mentransmisikan data dan suara menjadi lebih banyak dan lebih cepat dibandingan dengan penggunaan kabel tembaga utp cable. Dengan demikian instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber sangat sesuai digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi jarak jauh. Pada prinsipnya instalasi fiber optik bawah laut memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat didalamnya.

Efisiensi dari instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun instalasi fiber optik bawah laut yang berupa gelas/kaca. Semakin murni bahan instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber serupa kaca atau gelas tersebut, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh instalasi fiber optik bawah laut .

Sejak jaman dahulu kala, penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan, dan baru mulai tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber. Percobaan instalasi fiber optik bawah laut ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil instalasi fiber optik bawah laut yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun instalasi fiber optik bawah laut tersebut harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya instalasi fiber optik bawah laut adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe instalasi fiber optik bawah laut yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti instalasi fiber optik bawah laut yang dibungkus oleh gelas instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber yang mampu mentransmisikan gambar.

Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber sambil mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. 

Dan kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber ditemukan. Laser instalasi fiber optik bawah laut beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber. Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber dalam jarak 1 km, sinar laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter. Sekitar tahun 60-an ditemukan instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya instalasi fiber optik bawah laut yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber, dengan pencahayaan cukup mata normal akan dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik. Seperti halnya laser, instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya instalasi fiber optik bawah laut laut , instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.


Kecepatan instalasi fiber optik bawah laut


instalasi fiber optik bawah laut sangat cepat dalam pengiriman sinyal data - lebih cepat daripada media transmisi data yang pernah ada. Artinya, kecuali jika Anda kebetulan bekerja di University of Southampton di Inggris. Di sana, para peneliti telah mengembangkan instalasi fiber optik bawah laut baru berongga diisi dengan udara yang dapat mencapai kecepatan benar-benar membingungkan (99,7 persen dari kecepatan cahaya) bila dibandingkan dengan kaca silika tua yang baik.

Jenis kecepatan apa? Bagaimana dengan instalasi fiber optik bawah laut dengan kecepatan 10 terabyte per detik. Ya benar, instalasi fiber optik bawah laut dengan 10 terabyte per detik. Itu sama dengan 1000 kali lebih cepat dari pada instalasi fiber optik bawah laut terbaik yang ada di pasar saat ini, yang keluar di atas sekitar lima gigabyte per detik.

Anda sebenarnya mungkin pernah mendengar tentang instalasi fiber optik bawah laut berongga sebelumnya. Ide sudah alam ada, tapi selalu terbentur dengan kehilangan data ketika kabel harus mengubah sudut. Masalah ini berhasil dipecahkan oleh para peneliti di University of Southampton, sehingga kecepatan instalasi fiber optik bawah laut bisa mengurangi kehilangan data ke 3.5dB/km. Namun, jangan berharap untuk mulai mendapatkan instalasi fiber optik bawahlaut kecepatan mendekati 10TB per detik dalam waktu dekat ini di rumah Anda. Karena jenis instalasi fiber optik bawah laut ini sebagian besar akan masih digunakan di pusat data dan terhunung dengan superkomputer.
http://www.fiberoptic.my.id/instalasi-fiber-optik-bawah-laut.htm




Penyambungan instalasi fiber optik bawah laut 
Penyambungan instalasi fiber optik bawah laut dimungkinkan karena adanya kombinasi antara komponen instalasi fiber optik bawah laut dan elektronik serta penggunaan cahaya dari instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber itu sendiri telah ikut meningkatkan kinerja instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber FO itu sendiri. Saat ini koneksi telepon internasional dan nasional telah menggunakan media instalasi fiber optik bawah laut . Tak lama lagi instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber FO akan merubah cara kita menonton TV, menerima dan menggunakan informasi. Konsep memanfaatkan cahaya instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber sebagai suatu alat komunikasi modern dimulai akhir abad ke-19 ketika Alexander Graham Bell pada tahun 1880 merepresentasikan dan mematenkan penemuannya yang menggunakan cahaya dari instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber sebagai pentransmit suara. Alat tersebut dikenal dengan photophone, menggunakan cahaya dan perangkat sensitif cahaya sebagai penerima dan menyiarkannya kembali dengan mereproduksi suara manusia. 

Splicing dan Transmisi instalasi fiber optik bawah laut
 

Dalam transmisi instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber, secercah cahaya merupakan sinyal optikal, digunakan sebagai alat yang membawa informasi. Baik yang berbentuk analog ataupun digital. Dalam pengoperasiannya, cahaya dilepaskan ke dalam instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber yang terdiri dari dua lapisan yaitu bagian inti dan bagian luar. Cahaya berjalan di sepanjang serat instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber melalui serangkaian refleksi yang terjadi dimana bagian itin dan bagian luar bertemu. Ketika cahaya mencapai bagian akhir dari saluran, cahaya kemudian dijemput oleh receiver yang sensitif cahaya, dan setelah serangkain langkah, sinyal original tereproduksi. 



Mengapa sistem instalasi fiber optik bawah lautmerevolusi telekomunikasi? Dibandingkan dengan kawat logam konvensional utp cable (kawat tembaga),instalasi fiber optik bawah laut adalah:
Lebih murah - Beberapa mil instalasi fiber optik bawah laut dapat dibuat lebih murah daripada panjang setara kawat tembaga. Ini menghemat biaya dan uang provider (TV kabel, Internet). Thinner - instalasi fiber optik bawah laut dapat ditarik untuk diameter lebih kecil dari kawat tembaga (utp cable). Tinggi daya dukung - Karena instalasi fiber optik bawah laut lebih tipis dari kabel tembaga (utp cable), instalasi fiber optik bawah laut lebih dapat digabungkan dalam sebuah kabel yang diberikan-diameter daripada kabel tembaga (utp cable). Hal ini memungkinkan saluran telepon lebih banyak saluran seperti TV kabel. Kurang degradasi sinyal instalasi fiber optik bawah laut - Hilangnya sinyal dalam instalasi fiber optik bawah laut jauh lebih kecil dari pada kawat tembaga (utp cable).

Sinyal cahaya pada instalasi fiber optik bawah laut - Tidak seperti sinyal listrik dalam kabel tembaga (utp cable), sinyal cahaya dari satu instalasi fiber optik bawah laut tidak mengganggu sinyal lain dari instalasi fiber optik bawah laut pada kabel instalasi fiber optik bawah laut yang sama. Ini berarti dengan adanyainstalasi fiber optik bawah laut sangat memungkinkan percakapan telepon yang lebih jelas atau penerimaan TV. Daya rendah pada instalasi fiber optik bawah laut - Karena sinyal pada instalasi fiber optik bawah lautsangat kecil degradasinya.

Sekali lagi, ini menghemat selular dan uang, Sinyal digital - instalasi fiber optik bawah laut secara ideal cocok untuk membawa informasi digital, yang terutama berguna dalam jaringan komputer. instalasi fiber optik bawah laut tidak mudah terbakar - Karena tidak ada listrik dilewatkan melalui instalasi fiber optik bawah laut, tidak ada bahaya kebakaran pada instalasi fiber optik bawah laut (fiber optic). Ringan - Sebuah instalasi fiber optik bawah laut berat lebih ringan dibanding dengan kabel kawat tembaga. instalasi fiber optik bawah laut mengambil banyak ruang di dalam tanah. Fleksibel - Karena instalasi fiber optik bawah lautsangat fleksibel dan dapat mengirim dan menerima cahaya, sehingga instalasi fiber optik bawah lautdigunakan di banyak kamera digital yang fleksibel untuk keperluan berikut:
Pencitraan medis - di bronchoscopes, endoskopi, laparoscopes. Pencitraan mekanik - memeriksa las mekanik dalam pipa dan mesin (dalam pesawat, roket, pesawat ulang-alik, mobil). Plumbing - untuk memeriksa garis selokan.

Karena keunggulan instalasi fiber optik bawah laut ini, maka instalasi fiber optik bawah laut banyak diaplikasikan pada dunia industri, terutama telekomunikasi dan jaringan komputer. Misalnya, jika Anda telepon Eropa dari Amerika Serikat (atau sebaliknya) dan sinyal memantul sebuah satelit komunikasi, Anda sering mendengar gema di telepon. Tetapi dengan transatlantik instalasi fiber optik bawahlaut , Anda memiliki koneksi langsung tanpa gema sama sekali.



info fiber optik

Trus apakah dengan adanya kabel bawah laut ini merusak lingkungan dasar laut?
Dengan peletakkan kabel komunikasi di dasar laut tentunya akan mempengaruhi lingkungan dan hewan yang hidup di dasar laut. Meskipun jutaan kilometer kabel komunikasi telah ditempatkan di dasar laut selama lebih dari satu abad, beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui dampak terhadap lingkungan hidup. Belum lama ini, sebuah publikasi ilmiah dari penelitian yang dilakukan MBARI dan Monterey Bay National Marine Sanctuary menjelaskan penelitian biologi dari kabel bawah laut yang terletak di wilayah negara bagian California. Penelitian ini menemukan bukti bahwa, kabel komunikasi bawah laut hanya sedikit berdampak pada lingkungan dan hewan di dasar laut. Itu dikarenakan fiber optic menyalurkan cahaya, bukan listrik.
Pada tahun 2006, jaringan satelit hanya menyumbang 1% lalu lintas internasional, sementara sisanya 99% dilakukan oleh kabel bawah laut. Kabel bawah laut memiliki keandalan tinggi, memiliki kapasitas pengiriman data dalam Terabit per detik (Tbps), sementara satelit hanya mampu mengirimkan data dalam Megabit per detik (Mbps).
Trus kira-kira Indonesia punya kabel bawah laut juga ga sih?
Untuk di negara kita nih Ring Kabel Optiknya dikenal dengan "PALAPA RING" yang saat ini sudah memasuki tahapan pembangunan ring di wilayah timur Indonesia.
Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer
.

Palapa Ring sudah menghubungkan pulau-pulau Indonesia (GARIS BIRU) dan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan (GARIS MERAH)

Trus kalau misalkan itu putus ditengah laut, trus ngangkatnya gimana ya?

Jika kabel terputus ditengah laut, maka kabel diangkat dan dsambung sama cableship/kapal kabel..proses pengangkatan kabelnya pake ROV atau degan cara drive ( dipancing ). Nah klo tu kabel kalau udah naik dkapal, ditest dulu baru dsambung sm jointer.

Trus ROV itu apa'an sih?

ROV = Remoted Operated Vehicle, seperti robot kapal selam tanpa awak


FO bawah laut

Connector instalasi fiber optik bawah laut 
Pada fiber optic, konektor instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber terdiri beberapa jenis-jenis, yaitu konektor instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber tipe ST, konektor instalasi fiber optik bawah laut tipe SC, konektor instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber tipe FC, konektor instalasi fiber optik bawah laut tipe LC, konektor instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber tipe SMA. Konektor instalasi fiber optik bawah laut tipe ST dan konektor instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber tipe SC adalah 2 jenis konektor instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber yang paling banyak digunakan untuk koneksi instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber OTB. Konektor instalasi fiber optik bawah laut ST dan konektor instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber SC adalah dua jenis konektor dimana konektor instalasi fiber optik bawah laut SC berbentuk lingkaran dan konektor instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber SC berbentuk persegi. Dalam aplikasi di industri, penggunaan instalasi fiber optik bawah laut ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yang digunakan karena perangkat untuk instalasi fiber laut bawah tanah atau kabel fiber jenis single mode sangat berbeda dengan perangkat untuk instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber multimode.

instalasi fiber optik bawah laut
 
Ukuran instalasi fiber optik bawah tanah atau instalasi fiber optik bawah laut terdiri dari dua jenis, yaitu instalasi fiber optik bawah laut single mode dengan diameter ukuran 5Mikron, 9 Mikron atau 10Mikron dan instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber multi mode dengan diameter berukuran 50Mikron atau 62.5Mikron. Jadi sebagaimana diketahui, instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa instalasi fiber optik bawah laut dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan rack instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinyal sinar dalam jarak yang sangat jauh.


Sebuah konsorsium enam perusahaan global, termasuk Google, mengumumkan rencana untuk memasang kabel bawah laut tercepat di dunia antara Amerika Serikat dan Jepang pada akhir 2016.


Sebuah konsorsium berencana membangun kabel bawah laut tercepat di dunia, menggunakan kabel fiber optik, menghubungkan Amerika Serikat dan Jepang.
.08.2014
Kabel trans-Pasifik itu dilaporkan akan mampu mentransmit data digital dengan kecepatan 60 terabytes per detik.
Sistem senilai $300 juta, yang disebut “FASTER,” akan dibiayai secara gabungan oleh Google yang berbasis di California dan lima perusahaan teknologi Asia, yang mereka umumkan dalam sebuah siaran pers. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah China Mobile International dan NEC Corp., Jepang yang akan membangun sistemnya.
Kabel tersebut akan mengusung teknologi transmisi optik terbaru dan akan melintas antara Pantai Barat AS dan Jepang. Di AS, kabel tersebut akan terhubung dengan hub di Los Angeles, San Francisco, Portland dan Seattle; di Jepang, akan terhubung dengan Chikura dan Shima. Di kedua sisi diharapkan bisa terkoneksi dengan kabel lainnya untuk memperpanjang pipa data.
Penandatangan perjanjian ini mengatakan sistem tersebut akan memberikan transmisi data digital yang lebih cepat antara kedua wilayah tersebut, yang akan membutuhkan lebih banyak bandwidth. Pembangunan diharapkan mulai segera.

http://www.voaindonesia.com/content/kabel-bawah-laut-kecepatan-tinggi-akan-menyambungkan-as-dan-asia/2411293.html

Fiber Optik Sensor


Fiber optik merupakan serat yang mampu mengantarkan gelombang elektromagnetik. Dalam menghantarkan gelombang elektromagnetik, fiber optik dipengaruhi oleh indeks bias dan sudut dimana sinar dapat diterima oleh fiber optik. Karena pada dasarnya perambatan cahaya dalam fiber optik memiliki sifat seperti gelombang elektromagnetik, yaitu berjalan linier, dipantulkan dan dibiaskan. Sehingga perambatan cahaya dalam serat optik dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yang mengakibatkan terjadinya rugi-rugi.
Perkembangan fiber optik saat ini tidak lagi terpusat pada jaringan telekomunikasi sebagai media transmisi data. Perkembangan teknologi saat ini juga berpengaruh pada bidang optik. fiber optik menjadi teknologi alternatif yang dapat menggantikan fungsi kabel konvensional sebagai pengalir isyarat elektrikal. Dimana fiber optik sekarang telah dimanfaatkan sebagai sensor atau yang dikenal dengan Fiber Optic Sensor (FOS). Pemanfaatan fiber optik sebagai sensor memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan sensor elektrik yang telah dimanfatkan selama ini. Fiber optik memiliki beberapa kelebihan, termasuk diameter kecil, ringan, tahan terhadap interferensi elektromagnetik, dapat digunakan dalam lingkungan yang kurang ramah (seperti di letakkan di tegangan tinggi dan suhu tinggi), sensitivitas tinggi dan kemampuan untuk merasakan serta mengirimkan informasi (Malla, 2008). Selain itu fiber optik juga tidak mudah korosi, mempunyai bahan isolasi elektrikal (tidak membutuhkan kabel listrik), tidak memicu terjadinya kebakaran atau ledakan akibat dari loncatan elektron seperti halnya pada sensor elektrik.
Sistem sensing (penginderaan) berdasarkan pada fiber optik telah meningkat penggunaannya dalam telekomunikasi, perangkat listrik, struktur ruang angkasa dan di bidang medis. Pemanfaatan sensor fiber optik sekarang ini sudah sangat beragam seperti fiber untuk sensor gas (Sekimoto et.al., 2000 and Cao and Duan, 2005), kelembaban (Maddu et.al., 2006), pengukuran suhu (Tam et.al., 2007), tekanan (Urban et.al., 2010), sensor getaran (Hariyanto et.al., 2011), perpindahan (Gaikward et.al, 2012 ), dan lain sebagainya.
Pemanfaatan Fiber Optic Sensor (FOS) sebagai sensor tekanan, temperatur, strain, bertumpu pada kinerja fiber optik sebagai sensor pergeseran dengan memanfaatkan daerah kerja sensor pergeseran tersebut. Namun ada pula sensor fiber optik yang memanfaatkan rugi-rugi pada fiber optik itu sendiri. Rugi-rugi ini terjadi karena terjadinya pelemahan intensitas cahaya dalam fiber optik karena adanya gangguan, seperti bengkokan (bending). Karena adanya pelemahan intensitas ini, maka intensitas yang ditangkap oleh receiverotomatis berkurang. Prinsip inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai sensor. Selain itu ada pelemahan intensitas pada fiber optik juga dapat dilakukan dengan cara menggores fiber itu sendiri. Saat cahaya yang lewat pada fiber optik melewati daerah yang tergores, maka sebagian cahaya akan terhambur keluar dan juga intensitas cahaya yang ditangkap receiver otomatis juga berkurang. Prinsip ini juga dimanfaatkan untuk sensor fiber optik, seperti sensor fiber berbasis evanescent wave (sensor gas, uap, maupun sensor berbasis kimia).
Sumber: Dari berbagai jurnal.


http://kusnantomukti.blog.uns.ac.id/2013/04/fiber-optik-sensor/

Selasa, 10 Maret 2015


Sinar Optik
Dalam bidang optika terpadu,proses penyaluran tenaga cahaya dalam suatu pandu gelombang lazim dijelaskan menggunakan konsep penjalaran sinar optic, dengan didasarkan pada hukum pemantulan dan hukum pembiasan Snellius. Teknik ini dipilih karena kemudahannya dalam menganalisis karakteristik pemanduan cahaya di dalam suatu pandu gelombang optic. Dengan teknik sinar optic ini secara mudah dapat dirumuskan konsep dasar pemanduan cahaya, yang mencakup jenis dan sifat moda perambatan, tetapan propagasi, serta penentuan tebal efektif film suatu pandu gelombang optic.
Pada teknik sinar optic ini, penyaluran tenaga cahaya di sepanjang daerah film digambarkan oleh sebuah sinar yang bergerak menurut lintasan zig-zag. Ketika sinar menumbuk bidang batas (interface) film kover dan atau bidang batas film- substrat, disamping mengalami pemantulan internal sempurna yang juga mengalami pembiasan. Mengacu pada hukumpemantulan dan pembiasan Snellius, besar sudut pantul ϴr sama dengan sudut dating ϴi , sedangkan besar sudut biasnya ϴtl mematuhi hukum Snellius tentang pembiasan :
nf sin (ϴi) = nl sin (ϴtl )         (2.1)                                                                           
Dalam hal ini subscript l=k berlaku untuk sinar yang dibiaskan atau ditransmisikan ke dalam cover, sedangkan untuk sinar yang dibiaskan ke dalam substrat digunakan subscript l=s.
            Pemantulan internal sempurna yang dialami sinar ketika menumbuk bidang batas, hanya terjadi bila sudut dating sinar melebihi sudut dating kritis. Sinar yang dating pada sudut kritis ϴi = ϴck menuju bidang batas film –kover, dan sinar yang datang dengan sudut kritis ϴi= ϴcs = 90, maka dari hubungan dalam persamaan (2.1) didapatkan sudut datang kritis untuk bidang batas film-kover
ϴck = sin -1(nk/nf)      (2.2)
Dan nilai sudut kritis untuk bidang batas film-substrat
ϴc s =sin -1 (ns/nf)      (2.3)
Mengingat nilai indeks bias substrat lebih besar dari indeks kover (ns>nk), maka berlaku ϴcs > ϴck. bila mengacu pada rumusan sudut datang kritis dalam persamaan (2.2) dan persamaan (2.3), maka terdapat tiga rentang sudut datang sinar yang mungkin untuk perambatan sinar optic tersebut, yaitu ϴcs< ϴi < 90, ϴc k< ϴi < ϴcs, dan ϴi < ϴck .

 Kontrol Pandu Gelombang
Indeks bias modulasi disebabkan oleh propagasi SAW (surface acoustic wave) yang diberikan oleh hasil substansi tegangan SAW, S. diberikan bahwa Ω dan masing – masing adalah frekuensi dan jumlah gelombang propagasi SAW sepanjang arah l pada bidang k. Kisi (pengontrol kisi dimana amplitude Δn dan ^ dapat diubah oleh sinyal listrik untuk diaplikasikan pada eksitasi transducer SAW ) mengimplementasikan bermacam – macam pengontrol pandu gelombang.
Kontrol pandu gelombang dengan difraksi Bragg akusto – optic
            Gelombang terpandu SAW berinteraksi  sangat kuat ketika kondisi kesesuaian fasa (matching condition atau bragg condition ) dihubungkan dengan vector gelombang. Keluaran intensitas cahaya dan sudut defleksi dikontrol oleh masing – masing daya listrik dan frekuensi. Ketika grating gelombang berjalan dengan difraksi cahaya orde ke – q untukinput cahaya ω, merupakan perubahan Doppler dengan frekuensi ω+ q ω. efek ini  digunakan dalam implementasi modulator single side-band dan perubahan frekuensinya.
            Efek terjadinya kisi dapat digambarkan dengan mengekivalensikan indeks modulasi Δn, yang dapat dilakukan dalam perhitungan dengan menggunakan penjumlahan dengan menjumlahkan Δn dan Δn( xk) yang ekivalen Untuk Δn( xk). kontribusi kedua magnitudo bergantung padaorientasi Kristal, arah propagasi SAW, dan arah serta polarisasi gelombang terpandu. Sebagai catatan sifat elektrooptik seperti arah bragg darimoda pemandu TE dengan propagasi SAW berbentuk Y di dalam Y -  cut LiNbO3.Untuk gelombang bulk,jika di dalam kristalferro elektrik,maka kontribusi efek elektrooptiknya sangat kecil, dengan indeks modulasi yang cukup, dengan sedikit perkiraan. Efek akusto – optic untuk SAW dan pemandu gelombang bergantung pada total hasil indeks modulasi oleh efek elektro-optik untuk SAW dan pemandu gelombang bergantung pada total hasil indeks modulasi oleh efek elektro-optik dan fotoelastik.

            Koefisien kopling,k, untuk collinear dan coplanar dapat ditulis dalam penulisan yang sama Karena sudut difraksi dari latter kecil untuk SAW dengan frekuensi sangat tinggi (ultra hight frequency) ataupun yang paling rendah. Beberapa persyaratan untuk beberapa bahan divais pandu gelombang akusto-optik termasuk (1) proses  fabrikasi pandu gelombang optikberkualitas bagus (2) interaksi efisiensi akusto-optik yang tinggi dan (3) rugi propagasi SAW (Surface acoustic wave) yang kecil. Ada 3 elemen yang harus dipersiapkan dalam praktek kondtruksi diais, yaitu : substrat, transducer, dan lapisan pandu gelombang. Bahan pizoelektrik harus ada apa transducer dan sangat mungkin mengkombinasikan bermacam – macam bahan karena tiga elemen di atas tidak harus memerlukan bahan yang sama. 

Prinsip Sumbu Rotasi Indeks Ellipsoid
Berikutnya berdasarkan medan listrik yang telah diterapkan sepanjang sumbu ypada bagian Y-cut LiNbO3 (seperti Ex = Ez =0 dan Ey ≠ 0). Indeks ellipsoid pada bagian silang dalam bidang y-z notmal ke sumbu x. selanjutnya rotasi sumbu y dan z dengan sudut Ѳ sehingga perkalian silang yz dapat dieliminasi. Secarasingkat persamaan indeks ellipsoid memenuhi :
Y2/ nY2 + Z2/ nz2 = 1
Gambar :
Ketika medan listrik digunakan sepanjang sumbu y dalam Y cut dengan x – propagasi LiNbO3
Tan 2Ѳe = 2r51EYe / ( ne-2 – no-2 )
Dalam LiNbO3 koefisiens r22 adalah mendekati sepersepuluh r33 dan ne( r41 EY ) /( n-2- n-2 )adalah orde 10-4. Perubahan indeks dipengaruhi oleh medan listrik yang selanjutnyang dapat kita mengerti. Hal ini dalam ny ≈ 0dan nz ≈ no. maka konsekuensinya sumbu utama diputar medan listrik EY sepanjang arah y  LiNbO3 . dalam system koordinat  baru ( x, y, z), tensor dielektrik.
Disini perubahan kecil dalam tensor dielektrik [ε] didefinisikan sebagai [Δε]. Dimana polarisasi cahaya linier dengan medan listrik E yang terjadi di Kristal, [Δε] berpengaruh pada perubahan polarisasi kecil.
δP = ε0 [Δε] E
Jika cahaya terpolarisasi sepanjang sumbu y [ seperti E = (0, EY, 0)] yang menghasilkan persamaan :

δP = ε0 δ ε23 Ey
persamaan ini berimplikasi pada polarisasi kecil δP, untuk sinar ekstraordinary yang dihasilkan oleh medan listrik Ey  dan juga untuk sinar ordinary. Dengan kata lain dua orthogonal terpolarisasi linier tergandeng yang terjadi pada sumbu utama rotasi indeks ellipsoid. Fenomena ini beraplikasi TE – TM mode konversi dalamoptika terpadu. TM – TE mode konversi, bagaimana pun memerlukan fase yang sesuai antara dua mode dan sebagai tambahan mode tergandeng terjadi di sumbu utama rotasi.
Sumber diambil dari : Buku Optika Terpadu Karangan Agus Rubiyanto dan Ali Yunus Rohedi
Rohedi, A.Y.(1997),”Perencanaan Directional-Coupler Untuk Aplikasi                     WDM Struktur 4x4”,Thesis Magister Teknik Bidang Optoelektronika   dan Aplikasi Laser, Universitas Indonesia,Jakarta.
Rubiyanto.A, (2000), “Integriet Akustooptisches Heterodyne Interferometer            in LiNbO3, Disertation,” Universitaet Paderborn, Germany.




Kontrol Elektrooptik
Indeks Ellipsoid
Kontrol elektrooptik mode terpandu dalah pembentukan dari Kristal ferroelektrik seperti LiNbO3dan LiTaO3. Seperti Kristal optic anisotropi pada umunya yang bergantung pada  strukturnya (1) Kristal optic anistropi memiliki karakteristik 3 x 3 tensor dielektrik. Untuk memudahkan analisa, sumbu koordinat orthogonal ditransformasi ke sumbu utama, sehingga keseluruhan komponen diagonal adalah nol dalambentuk dielektrik tensor. 
Energy yang tersimpan dalam Kristal adalah :
We = ½ E.D
Propagasi cahaya dalam bahan anistropik akan dibahas dalamindeks ellipsoid, seperti perubahan indeks melalui efek elektropik.
Propagasi Cahaya Dalam Kristal Uniaxial
Properties Kristal optic ditentukan oleh struktur Kristal itu seperti yang dijelaskan di awal (2). Kubik Kristal merupakan optic isotropic dimana nx = ny ≠ nz. dalam Kristal yang memiliki struktur tetragonal, trigonal, dan hexagonal, indeks ellipsoidnya perputaran secara simetri dengan titik sumbu z.  seperti Kristal – Kristal optic uniaxial dimana nx = ny ≠ nz. LiNbO3 adalah material substrat terpenting dalam optika terpadu merupakan Kristal uniaxial dengan lipat tiga simetri. Sebagai tambahan nx = ny ≠ nz dalam Kristal biaxial dengan system triclinic, monoclinic, dan orthombik.
Memahami cahaya propagasi dalam Kristal uniaxial negative seperti  LiNbO3 dimana nx = ny = no , nz = nc dan no > ne (3) indeks ellipsoid Kristal uniaxial negative dimana S merupakan vector gelombang normalyang membentuk sudut Ѳ dengan sumbu z. setelah indeks ellipsoid sebagai sumbu simetri putar yang berada disekitar sumbu z, proyeksi vector S di bidang x – y dapat dipilih padasumbu y. dalam situasi ini cahaya terpolarisasi bidang ellips yang normal menuju ke vector S. dua orthogonal berada pada terpolarisasi linier. Pertama adalah berkas ordinary terpolarisasi OB dengan sudut Ѳ. Dan yang lainnya adalah berkas ekstraordinary, dengan polarisasi parallel kea rah OA. Panjang OA, ne (Ѳ ), sama dengan indeks sinar extraordinary . Persamaan :
ne = ne no / √ ne2 cos2 Ѳ + no2 sin2 Ѳ

Dari persamaan ini, dapat terlihat indeks extraordinary dari ne (Ѳ) = no di Ѳ = 0 ke ne (Ѳ) = ne di Ѳ = 90 ᵒ. Secara khusus, dimana Ѳ = 0 (propagasi gelombang sepanjang z axis), kedua sinar ordinary dan extraordinary terlihat indeks no. dengan kata lain, Kristal uniaxial berkelakuan seperti jika  optic isotropic, maka sumbu z Kristal uniaxial disebut sumbu optic.

Perancangan Kisi
Transfer daya dapat terealisasi dengan mendepositkan kisi pada pandu gelombang dielektrik sepanjang sumbu z. kisi difabrikasi di dalam pandu gelombang yang terdiri dari pandu gelombang slab 2 dimensi (2D) yang mempunyai kisi tipis dengan tinggi Δh dan periodisitas A. Pandu gelombang ini dapat dianggap sebagai pandu gelombang slab sederhana. Gangguannya terdiri dari daerah berbentukkotak.
Pada kopling moda yang merambat saling berlawanan arah ini, dimisalkan amplitudo moda gelombang yang merambat ke depan (+z) dinyatakan dengan subscript n, sedangkan amplitude moda gelombang yang merambat ke belakang ( - z) dinyatakan dengan subscript –n, dengan n adalah orde modemoda. Variasi amplitude arah ke depan (an) dan arah ke belakang (a-n) mematuhi persamaan moda terkopel.
Periode kisi :
K = 2π / A
Untuk menggntikan variable pada suku di dalam kurung dalam persamaan diberikan kuantitas baru dengan memilih perode kisi :
2 βn – K = δk
Variasi periodic dalam permetivitas diantisipasi untuk memantulkan secara kontinu bagian kecil dari gelombang yang merambat ke depan seperti bagaimana ia merambat ke kanan melalui bagian sisi sehingga kopling daya dari moda ini ke gelombang yang merambat ke belakang.
Kondisi Matching Fasa
Pada kondisi matcing fasa, diasumsikan bahwa periodisitas kisi ^dipilih sedemikian sehingga δk =0. Kemudian Q = k / 2. Menurut aturan trigonometri, cosh2 – sinh 2 = 1, sehingga didapatkan P+(z) –P- (z) = Pinc / cosh2 (kL / 2) = konstan
Atau ekivalen dengan itu :
 d/dz [P+(z) –P- (z)] = 0
persamaan ini merupakan ungkapan dari gaya konservasi yang di dapatkan atau yang ditunjukkan seperti gambar keseimbangan daya melalui panjang diferensial dari reflector kisi.
Pada gambar misalkan terdapat dua bidang ditempatkan sepanjang pandu gelombang pada titik z dan z+Δz. Selain itu juga ditunjukkan daya dalam gelombang yang merambat ke depan dan ke belakang pada dua bidang ini. Karena moda yang merambat ke depan berjalan antara z dan z+Δz, akan memberikan bagian dari daya ke moda yang merambat ke belakang.
Reflektifitas dari kisi dengan kondisi matching fasa diberikan oleh :

Tgrating = P-(0)/ P+ (0) = tanh2 (kL  / 2).

Transfer Daya Pada System Pandu Gelombang Terkopel Unidirectional
Watak atau perilaku kopling antar moda – moda gelombang pada dasarnya dapat ditentukan melalui nilai tetapan propagasinya. Salah satu sifat dari system pandu gelombang terkopel adalah adanya perpindahan daya antar pandu gelombang penyusunnya. Untuk kasus unidirectional ini variasi amplitudonya diperjanjikan bernilai positif, dengan konvensi ini.
Dua buah nilai pada DA dan DB menunjukkan bahwa pada pandu gelombang I dan II masing – masing merambat dua buah moda normal. Dengan definisi DA di atas, maka untuk penyelesaian A(z). untuk menunjukkan kopel antar kedua moda normal, maka ekspresi amplitude B(z) harus dinyatakan A(z). untuk menjelaskan proses perpindahan daya antar pandu gelombang I dan II, cahaya diasumsikan dieksitasi melalui masukan (z=0) pandu gelombang I. syarat batas yang sesuai untukmaksud ini adalah A ( z = 0 ) = 1, dan B (z = 0 ) = 0.
Didaptkan persamaan A+ A0 = 1 dan
K / ɤ- Δ Aᶱ - K / ɤ + Δ  A0 = 0
Pemanfaatan ekspresi amplitude moda – moda normal A (z) dan B ( z ) untuk menjelaskan perpindahan daya optic di dalam suatu direvtional – coupler hanya dapat dilakukan bila daya optic dimaksud dinyatakan dalam besaran intensitas cahaya, karena nilainya sebanding dengan kuadrat absolute dari amplitudo.
Tampak bahwa daya gelombang yang merambat di sepanjang kedua pandu gelombang bervariasi secara periodic. Perpindahan daya dari pandu gelombang I ke pandu gelombang II berlangsung manakala F = 1,yaitu ketika Δ = 0 sehingga ɤ = k. kondisi Δ = 0 terjadi bila tetapan propagasi gelombang pada kedua pandu gelombang sama besar βa= βb, karena itu kondisi ini fasa kedua moda gelombang dikatakan sinkron. Jarak perpindahan daya ini terjadi jarak yang dinamakan satu panjang kopling z = Lc = π /2k, ekspresi jarak ini diperoleh setelah member nilai 1 ( satu ) pada  │B ( z = L)│2 = 1.
Dari penurunan di atas, dapat disimpulkan dua hal penting, yaitu :
1.    Jika kedua moda normal yang merambat dalamsistem terkopelberada pada kondisi fasa sinkron,perpindahan daya berlangsung penuh 100 % dan hanya bergantung pada koefisien koplingnya.

2.    Jik fasa moda kedua gelombang tidak sinkron, perpindahan daya 100 % tidak pernah tercapai,karena itu disamping tergantung paad koefisien kopling juga pada derajad kesinkronan fasanya.

Soal Latihan Buku Optika Terpadu Halaman 17
1.    Jelaskan perbedaan dari tiga tipe rangkaian optika terpadu, diperjelas dengan kelebihan dan kekurangannya.
2.    Mengapa sinar laser sangat memainkan peranan yang penting pada rangkaian optika terpadu, sebutkan jenis – jenis laser yang ada saat ini.
3.    Mengapa bahan pemandu gelombang dipilih jenis dielektrik, sebutkan  prinsip – prinsip pemanduan gelombang.
4.    Apakah perbedaan antara modulator jenis bulk dengan modulator optika terpadu, demikian pula kelemahan dan kelebihan.
5.    Apakah yang dimaksud dengan komponen aktif dan komponen pasif optika terpadu.   
Soal Halaman 54 Buku Optika Terpadu
1.    Sebuah planar pandu gelombang yang terbuat dari substrat silicon yang mempunyai ketebalan d = 1 μm  ns = 1,5 nf = 1,53 dan nc = 1,0 (λ = 0,63 μm) Gambarkan distribusi medan listrik transversal untuk mode TE dengan sumur potensial, jelaskan pula berapa mode yang terpandu.
2.    Jelaskan perumusan relasi disperse pandu gelombang planar berikut  ini dengan perumusan pantulan dan pembiasan :
2 kx d + Φs + Φc = 2 πm
3.    Diantara pandu gelombang planar, graded indeks, jenis pandu gelombang yang terbaik sebagai divais optic untuk komunikasi optic ( jelaskan dengan distribusi medan listrik yang terpandu ).
4.    Sebuah pandu gelombang garis yang mempunyai dimensisebagai berikut w = 4 μm, D = 1,8 μm dan d = 1,0 μm. Sedangkan substrat terbuat dari GaAs dengan pandu gelombang SiO2 yang susunannya nf = 2,324 ns = 2,1234, nc = 1,00. Tentukan konstanta propagasi gelombang yang terpandu bila kita menggunakan laser dengan λ 0,8 μm.
5.    Sebuah planar pandu gelombang yang terbuat dari substrat silicon yang mempunyai ketebalan d = 0,95 μm dengan ns = 1,45 μm, nf = 1,55 dan nc = 1,0 ( λ = 1,53 μm ). Sudut masukan berapakah agar gelombang terpandu dengan sempurna.
6.    Sebuah planar pandu gelombang yang terbuat dari substrat silicon yang mempunyai ketebalan d = 0,95 μm dengan ns = 1,45 μm, nf = 1,55 dan nc = 1,0 ( λ = 1,53 μm ). Bila Sudut masukan 30 ᵒ dapatkan gelombang terpandu pada pandu gelombang tersebut.


Persamaan Helmholtz Untuk Gelombang Slab Step – Indeks Modus TM
            Proses pemanduan cahaya modus TM di dalam pandu gelombang slab, pada dasarnya berlangsung sama seperti pada modus TE. Perbedaannya hanya terletak pada medan yang memandunya, yang dalamhal ini adalah medan magnet. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, untuk pandu gelombang slab yang terstruktur serba sama kearah sumbu y, dan arah pemanduan cahaya dalam arah sumbu z, maka komponen medan magnet yang tegak lurus bidang datang yaitu bidang x-z adalah komponen x-z adalah komponen Hy. Karena itu persamaan Helmholtz yang mempresentasikan proses pemanduan cahaya modus TM adalah seperti yang telah tertera  dalam persamaan. Sebagaimana pada modus TE, komponenmedan magnet terpadu ini membentuk pola gelombang berdiri, yang terdistribusi mulai dari daerah substrat hingga ke daerah kover, film, dan substrat bentuknya sepadan dengan persamaan ubtuk modus TE .
            Prosedur penyelesaian persamaan Helmholtz modus TM juga sepadan dengan posedur penyelesaian untuk modus TE. Perbedaannya terletak hanya pada penerapan syarat batasnya, yang dalamhal ini dilakukan dengan melibatkan komponen – komponen medan listriknya. Komponen yang sejajar dengan bidang batas adalah
Ez = 1 / j ω ε0 n2 δHy / δx
Masing – masing komponen medan listrik ini kontinu pada setiap bidang batas penyusun pandu gelombang slab. Oleh karena jωε0 adalah tetapan yang tidak tergantung pada jenis bahan, maka sebagaimana tampak pada persamaan kontinuitas kedua komponen medan listriktersebut dapat direduksi menjadi kontinuitas Hy dan 1/n2 δHy / δx
Dengan n adalah indeks bias bahan. Dari penerapan syarat batas kontinuitas ini, ekspresi fungsi penyelesaian untuk ketiga daerah pandu gelombangnya didapatkan sepadan dengan ekspresi penyelesaian untuk TE. Sebagaimana pada modus TE, hubungan parameter pandu gelombang slab dan pandu gelombang optic dalam proses pemanduan cahaya modus lazim dinyatakan dalam persamaan relasi dispersi. Persamaan relasi tersebut didapatkan setelah menyamakan kedua ekspresi medan magnet untuk daerah film. Bentuk persamaan relasi disperse modul TM sama seperti persamaan sebelumnya. Normalisasi terhadap persamaan relasi disperse modus TM ini, disamping dinyatakan dalam parameter ternormalisasi yaitu factor qs.


Persamaan Helmholtz Untuk Pandu Gelombang Slab Step-Indeks Modus TE
            Bila merujuk pada ekspresi medan separasi modus TE tidak adanya tenaga cahaya yang hilang ke daerah substrat dan kover selama proses penyaluran cahaya di dalam pandu gelombang slab, hanya terjadi bila osilasi medan listrik terpadu Ey (x) membentuk gelombang berdiri ( gelombang stasioner ). Ragam gelombang berdiri yang terbentukmulai dari daerah substrat hingga ke daerah kover, bersesuaian dengan pola medan listrik darimoda gelombang yang merambatkan paket – paket tenaga cahaya tersebut. Karena itu persamaan helmholtznya lazim dituliskan ke dalam bentuk persamaan gelombang berdiri.
Kjx = √k 02nj22
Disini subscript j diganti dengan k, f, s berturut - turut untuk untuk daerah kover, film, dan substrat. Pada penulisan bilangan gelombang berdiri ini, penggantian lambang n2 (x) dengan nj2 dikarenakan nilai masing – masing indeks bias bahan penyusun pandu gelombang lab step indeks tersebut konstan.
            Berbeda dengan gelombang berdiri yang terjadi pada tali, nilai bilangan gelombangnya kjx dapat bernilai rill dan imajiner. Hal ini merupakan konsekuensi pemanduan tenaga cahaya dalam bentuk paket – paket tenaga, yang menyebabkan adanya medan yang menembus daerah substrat dan kover, sebagaimana yang telah dijelaskan dengan konsep sinar optic. Dalam istilah pemanduan cahaya,medan yang masuk menuju daerah substrat dan kover ini dinamakan medan evanescent. Medan listrik yang berosilasi di daerah film dan yang terevanescent ke daerah substrat dank over dibedakan dari nilai bilangan gelombang berdirinya. Bilangan gelombang berdiri untuk medan listrik yang berosilasi di daerah film bernilai rill, sedangkan untuk yang terevanescent bernilai imajiner. Oleh karena nf > N yang bersesuaian dengan k 02nj2 > β2, maka bilangan gelombang rill untuk daerah film dipatuhi oleh kfx = ± kf, dengan
Kfx = kf = √k 02 nf2 - β2
Sebaliknya karena ns > N sehingga k02ns2 < β2, maka bilangan gelombang medan listrik yang terevanescent ke daerah substrat bernilai imajiner. Demikian pula dengan medan listrik yang ter-evanescent ke daerah kover, bilangan bilangan gelombang berdirinya adalah kkx = ± iɤs dengan ɤs terdefinisi sebagai :
ɤs = √ β2 - k02ns2


By :
Free Blog Templates