Selasa, 10 Maret 2015

Kondisi Cut-Off Pandu Gelombang Slab
pandu gelombang slab step – indeks dikatakan berada dalam kondisi cut-off bila untuk setiap orde moda m,  tebalfilm dan nilai cosines sudut datang sinar tidak memenuhi criteria pemanduan cahaya ebagaimana dipersyaratkan persamaan relasi disperse. Pernyataan kondisi cut-off untukcahaya terpolarisasi TE secara eksplisit dapat diturunkan daripersamaan. Pernyataan menjadi lebih sederhana bila persamaan relasi disperse tersebut telah dituliskan dalam bentuk tak berdimensi. Untukmaksud ini diperkenalkan dua besaran tak berdimensi baru yaitu parameter b dan yang masing-masing menyatakan nilainormalisasi indeks bias efektif dan factor ketaksimetrian indeks bias substrat-kover.
b = N2-n2 / nf2-ns2 dan
a = ns2 – nc2 / nf2-ns2
Setelah melakukan sedikit trik aljabar kemudian memasukkan definisi persamaan.
            Persamaan relasi disperse tak berdimensi pandu gelombang slab step-indeks membentuk persamaan tak linier, karena itu dibutuhkan metode numeric yang lazim diimplementasikan untuk maksud ini antara lain metode bisection, metode newton-raphson, metode false-position, dan metode secant. Penyelesaian nilai b sebagai fungsi V dan a untuk setiap mode orde moda m biasanya diplotkan dalam bentuk kurva antara V dan b.
Dari kurva relasi disperse tersebut kondisi  cut – off pandu gelombang slab step – indeks bersesuaian dengan nilai V = Vcut- off yang memberikan nilai b = 0. Ini berarti bila ke dalam persamaan dimasukkan nilai b = 0, maka kondisi dimana moda gelombang orde ke m tidak terpandu atau tidak  tersalur terjadibilamana frekuensi ternormalisasinya benilai :
Vcut- off m = V0 + mπ
Pergeseran Goos Hanchen
            Pada proses pemanduan cahaya dalam pandu gelombang slab indeks, sinar optik yang menumbuk bidang batas bahan – bahan penyusun disamping mengalami pemantulan internal juga mengalami peristiwa dinamakan Goos Hanchen. Pada peristiwa Goos Hanchen ini, letak sinar terpantul bergeser secara lateral dari letakyang seharusnya.
            Penentuan jarak lateral tersebut lazim didasarkan pada fakta bahwa di dalam pandu gelombang tenaga cahaya tersalur atau terpandu dalam bentukpaket – paket gelombang. Dengan demikian berkas cahaya dapat dipandang tersusun atas kumpulan gelombang datar yang merambat dengan tetapan propagasi efektig yang berbeda – beda. Sebagaimana dibahaspada pelajaran fisika modern, paket – paket gelombang dapat dibentuk dari superposisi antar dua gelombang datar yang beramplitudo sama besar tetapi dengan tetapan propagasi efektif yang berbeda  sedikit.


0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates