Selasa, 10 Maret 2015
Diposting oleh
Fitria Adi Mustika
di
05.34
Rangkaian Optika Terpadu
Rangkaian
optika terpadu (OIC = optical integrated circuit) adalah rangkaian jenis
filmtipis yang dirancang untuk memiliki fungsi tertentu dengan mengintegrasikn
laser diode sebagai sumber,komponen-komponen pandu gelombang yang berfungsi
sebagai saklar (switch) /modulator, dan photodiode sebagai pendeteksi ke dalam satu substrat. Melalui
integrasi ini system komunikasi optic diperkirakan menjadi lebih kompak dan
stabil. Ditinjau dari sudut pandang bahan-bahan penyusunnya, rangkaian optika
terpadu dikelompokkan atas tiga tipe (a) hibrida (b) kuasi- hibrida (c)
monolitik
Ketika
Ketiga komponen dasar seperti sumber,
pandu gelombang, dan detector semuanya dibuat secara terintegrasi dalam satu
substrat,piranti (device) dimaksud dinamakan rangkaian optic monolitik. Senyawa
semi konduktor seperti GaAs, dan InP
merupakan kandidat substrat utama untuk rangkaian monolitik ini. Sebaliknya
ketika ketiga komponen dibuat dari bahan-bahan yang berbeda, disebut sebagai
piranti rangkaian optic hybrid. Pada piranti optic hybrid, sumber, pandu
gelombang dan detector berturut-turut dibuat dari senyawa semikonduktor, bahan
dielektrik seperti gelas atau LiNbO3 dan dari bahan silicon.
Disamping itu terdapat pula rangkaian optic yang dinamakan rangkaian quasi
hybrid yaitu rangkaian optic
intermediasi antara rangkaian hybrid dan monolitik. Contoh angkaian quasi
hybrid ini adalah rangkaian optic yang sumber dan photodiodenya dibuat dari
senyawa semi konduktor diintegrasikan pada sebuah sustrat Si. Disini lapisan
pandu gelombang didepositkan di atas substrat Si melalui proses oxidasi secara
termal. Kedua rangkaian optiktipe quasi hybrid dan tipe hybrid tersebut
selanjutnya berisi pandu gelombang dielektrik. Pembuatan piranti pndu gelombang
dari bahan dielektrik merupakan topic utama dari buku ajar optika terpadu ini.
Sejarah Pengembangan Rangkaian Optika
Terpadu
Menurut prespektif
sejarah,awalpengembangan system komunikasi optic dimulai sejak penemuan
photophone oleh Alexander Graham Bell di tahun 1980, sepuluh tahun setelah
tyndall berhasil memperagakan pemanduan cahaya di dalam water jat. Photophone
dimaksud berupa piranti yang dapat mengubah intensitas cahaya matahari yang
datang padanya sebagai tanggapan terhadap adanya ampitudo getaran suatu
percakapan. Detector penerima yang digunakan untuk mengubah kembali variasi
intensitas cahaya ke dalam sinyal-sinyal listrik hingga kembali menjadi bunyi
adalah terbuat dari bahan selenium.
Meski pemakaian photophone ini tidak praktis karena cepat melemahnya sinyal optis
disepanjang jarak perambatan, namun penemuannya telah meletakkan konsep penting
dan gagasan awal bagi pengembangan system komunikasi optis.
Sumber
: Buku Optika Terpadu Karangan Agus Rubiyanto dan Ali Yunus Rohedi
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar