Selasa, 10 Maret 2015

Rangkaian Optika Terpadu
Rangkaian optika terpadu (OIC = optical integrated circuit) adalah rangkaian jenis filmtipis yang dirancang untuk memiliki fungsi tertentu dengan mengintegrasikn laser diode sebagai sumber,komponen-komponen pandu gelombang yang berfungsi sebagai saklar (switch) /modulator, dan photodiode sebagai  pendeteksi ke dalam satu substrat. Melalui integrasi ini system komunikasi optic diperkirakan menjadi lebih kompak dan stabil. Ditinjau dari sudut pandang bahan-bahan penyusunnya, rangkaian optika terpadu dikelompokkan atas tiga tipe (a) hibrida (b) kuasi- hibrida (c) monolitik
Ketika Ketiga  komponen dasar seperti sumber, pandu gelombang, dan detector semuanya dibuat secara terintegrasi dalam satu substrat,piranti (device) dimaksud dinamakan rangkaian optic monolitik. Senyawa semi konduktor seperti  GaAs, dan InP merupakan kandidat substrat utama untuk rangkaian monolitik ini. Sebaliknya ketika ketiga komponen dibuat dari bahan-bahan yang berbeda, disebut sebagai piranti rangkaian optic hybrid. Pada piranti optic hybrid, sumber, pandu gelombang dan detector berturut-turut dibuat dari senyawa semikonduktor, bahan dielektrik seperti gelas atau LiNbO3 dan dari bahan silicon. Disamping itu terdapat pula rangkaian optic yang dinamakan rangkaian quasi hybrid yaitu  rangkaian optic intermediasi antara rangkaian hybrid dan monolitik. Contoh angkaian quasi hybrid ini adalah rangkaian optic yang sumber dan photodiodenya dibuat dari senyawa semi konduktor diintegrasikan pada sebuah sustrat Si. Disini lapisan pandu gelombang didepositkan di atas substrat Si melalui proses oxidasi secara termal. Kedua rangkaian optiktipe quasi hybrid dan tipe hybrid tersebut selanjutnya berisi pandu gelombang dielektrik. Pembuatan piranti pndu gelombang dari bahan dielektrik merupakan topic utama dari buku ajar optika terpadu ini.
Sejarah Pengembangan Rangkaian Optika Terpadu
            Menurut prespektif sejarah,awalpengembangan system komunikasi optic dimulai sejak penemuan photophone oleh Alexander Graham Bell di tahun 1980, sepuluh tahun setelah tyndall berhasil memperagakan pemanduan cahaya di dalam water jat. Photophone dimaksud berupa piranti yang dapat mengubah intensitas cahaya matahari yang datang padanya sebagai tanggapan terhadap adanya ampitudo getaran suatu percakapan. Detector penerima yang digunakan untuk mengubah kembali variasi intensitas cahaya ke dalam sinyal-sinyal listrik hingga kembali menjadi bunyi adalah terbuat dari  bahan selenium. Meski pemakaian photophone ini tidak praktis karena cepat melemahnya sinyal optis disepanjang jarak perambatan, namun penemuannya telah meletakkan konsep penting dan gagasan awal bagi pengembangan system komunikasi optis.

Sumber : Buku Optika Terpadu Karangan Agus Rubiyanto dan Ali Yunus Rohedi




0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates