Selasa, 10 Maret 2015

Struktur Fiber Optik

Stuktur fiber optik biasanya terdiri atas 3 komponen penting, yaitu :   
 a. inti (core)
Sebuah batang silinder terbuat dari bahan dielektrik (bahan silika (SiO2), biasanya diberi doping dengan germanium oksida (GeO2) atau fosfor penta oksida (P2O5) untuk menaikan indeks biasnya) yang tidak menghantarkan listrik, inti ini memiliki jari-jari, besarnya sekitar 8 –200 μm dan indeks bias n1, besarnya sekitar 1,5.
b. lapisan selimut / selubung (cladding )
Material yang melapisi inti, yang terbuat dari bahan dielektrik (silika tanpa atau sedikit doping), kulit memiliki jari-jari sekitar 125 – 400 μm indeks bias-nya n2, besarnya sedikit lebih rendah dari n1.
c. Jacket (Buffer coating)
Bagian ini merupakan pelindung lapisan inti dan cladding yang terbuat dari bahan plastik yang elastis. Walaupun pada dasarnya cahaya merambat sepanjang inti serat, namun kulit memiliki beberapa fungsi :
a.       Mengurangi loss hamburan pada permukaan inti.
b.      Melindungi serat dari kontaminasi penyerapan permukaan.
c.       Mengurangi cahaya yang loss dari inti ke udara sekitar.
d.      Menambah kekuatan mekanis.

2.      Jenis-jenis Serat Optik
      Single-mode fibers
Transmisi data melalui single mode hanya menggunakan satu lintasan cahaya yang merambat melalui serat. Metode semacam ini dapat menghindarkan ketidakakuratan yang dapat terjadi dalam penyaluran data. Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550nanometer)
Pada jenis ini, suatu informasi (data) dibawa melalui beberapa lintasan cahaya yang dijalarkan melalui serat dar ujung ke ujung lainnya. Metode semacam ini dapat mengakibatkan ketidakakuartan data yang dikirim kepada penerima, karena lintasan cahaya yang satu dapat berbeda waktu tempuhnya disbandingkan lintasan yang lain sehingga data yang dikirim menjadi berubah.
Ketika sampai di penerima. Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer).
3.      Sumber Cahaya
Sumber cahaya ini bekerja sebagai pemancar cahaya ke serat optik, Untuk itu harus memnuhi syarat sebgai berikut :
       Cahayanya harus sedekat mungkin bersifat monokromatis (frekuensinya mendekati tunggal).
Memiliki efisiensi kuantum yang tinggi.
      Berintensitas tinggi sehingga dapat memancarkan energi yang cukup agar dapat mengantisipasi kehilangan energi yang terjadi selama transmisi.
 Mampu dimodulasi dengan mudah oleh isyarat informasi yang bersifat kecil.
 Mudah digandengkan dengan serat sehingga tiak terjadi kehilangan energi penggandengan yang berlebihan.

Sumber cahaya yang biasa digunakan pada sistem komunikasi serat optik saat ini adalah yaitu dioda pemancar cahaya /Light Emitting Diode (LED) dan dioda laser Injeksi /Injection Laser Diode (ILD).



0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates