Selasa, 10 Maret 2015

Modulator Gelombang Lumped Dan Berjalan (2)
Pada modulasi cahaya frekuensi tinggi untuk komunikasi optic kapasitas besar, transit time τ penyebaran cahaya pada Kristal harus dipertimbangkan. Jika kondisi ωm T< π/2 dipenuhi (transit time τ kecil dibandingkan dengan periode modulasi) modulator yang bekerja disebut modulator lumped, dimana RL adalah tahanan beban sejajar dengan kapasitansi electrode Co. efisiensi modulasi berkurang karena adanya ketidaksesuaian pada kecepatan fase time terlampaui dengan menggunakan modulator gelombang berjalan mengalami pengaruh medan gelombang mikro selama proses penyebaran sehingga modulasi bandwith ∆f tidak memiliki batasan. Pada modulator praktikal, ∆f dibatasi oleh ketidaksesuaian fasevelocity. Untuk mengevaluasi performa, biasanya digunakan rasio P/∆f sebagai figure merit untuk modulator. P/∆f modulator gelombang berjalan mendekati 1/3 nilai modulator gelombang lumped. Hal ini berarti bahwa modulator gelombang berjalan dapat diperoleh dengan power gelombang micro yang rendah pada frekuensi modulasi tertentu. Sebagai tambahan, modulator frekuensi tinggi pada resonator gelombang micro dapat dihasilkan dengan tenaga yang lebih rendah lahi, tapi bandwith modulasinya menjadi lebih sempit.
Perubahan Indeks untuk Guide Modes

Jika 2 elektrode berhadapan satu sama lain arah normal terhadap sumbu optikal LiNbO3, sebuah medan dielektrik sama yang menimbulkan perubahan indeks. Pada alat pandu gelombang, model arahnya dimodulasikan / switched dengan electrode planar yang ditempatkan pada permukaan LiNbO3 sehingga memberikan distribusi medan elektrik yang nonuniform dalam Kristal. Distribusmedan elektrik Ez (y,z) yang terjadi disepanjang sumbu axis optikal dalam bentuk potongan Y. LiNbO3 dimana electrode planar ditempatkan pada pengarah gelombang Ti mode tunggal terdifusi. Distribusi ditempatkan pada pengarah gelombang Ti mode tunggal terdifusi. Distribusi medan elektrik dihitung dengan menggunakan metode pemetaan conformal dan metode successive-overrelaxation. Pada struktur electrode ini, kekuatan medan elektrik berkurang secara exponensial pada kedalaman dengan konsentrasi medan elektrikdiperkirakan sebesar g/2 dimana g adalah jarak antar electrode. Pengurangan jarak juga mendorong terjadinya distribusi medan elektrik nonuniform. Pada alat pemandu gelombang dengan electrode planar,perubahan indek yang terjadi pada pengarah gelombang dijelaskan dengan adanya overlab antara medan elektrik yang digunakan dengan medan optikal dari mode E yang terpolarisasi sepanjang sumbu z.

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates