Selasa, 10 Maret 2015
Diposting oleh
Fitria Adi Mustika
di
05.42
Klasifikasi pengontrolan pandu gelombang
Pandu gelombang terkontrol oleh
sinyal input eksternal untuk menjalankan fungsinya dapat diaplikasikan untuk
system komunikasi optic dan pemrosesan sinyal. Skema control pandu gelombang
ditunjukkan pada gambar Dimana mode terpadu
(1) modulasi amplitude (2) modulasi fase (3) rotasi polarisasi (4)
perubahan jalur optic secara eksternal dengan sinyal elektrik / optic melalui
efek elektrooptik, akustooptik, dan lain-lain.
Metode pengontrol pandu gelombang
diklasifikasikan berdasarkan interaksi mekanis,antara sinyal masukan eksternal
dan pandu gelombang. Sinyal input eksternal biasanya sinyal elektrik.
Seandainya menggunakan interaksi antara akustik menjadi gelombang optic, maka
sinyal input elektrik dikonversi menjadi sinyal akustik dengan elemen
piezoelektrik yang sesuai. Hal ini juga berlaku pada medan magnet atau panas
dengan sinyal input elektrik. Sehingga sinyal optic terpadu pada pandu
gelombang dengan aplikasi input eksternal mengalami perubahan indeks bias. Fenomena
fisika yang digunakan untuk mengontrol panduu gelombang adalah (1) elektrooptik
(2) akustooptik (AO) (3) magnetoopyik(MO)(4) efekoptik non linier (NO) (5)
thermoopil (TE). Keseluruhan efek, terkecuali untuk thermooptik scara mendasar
berhubungan dengan Kristal anisotropy sebagai substratnya, yang mana konstanta
fisika ditunjukkan dengan tensor. Ini merupakan bagian terpenting dalam TE dan
TM sebagai mode terpadu dipilih guna mempengaruhi sumbu optikal Kristal.
Setelah semua fenomena fisika dapat
dijelaskan dalam optic secara jelas,maka peran devais pandu gelombang cukup penting
khususnya untuk perncangan dan fabrikasinya. Di dalamoptika terpadu, bagaimana
cahaya dapat terpandu pada area terbatas sekitar 2x4 μm2.
Seperti cahaya yang berinteraksi dengan sinyalinput eksternal disekitar pandu
gelombang sebelahnya. Sehingga konsekuensinya, fungsi pandu gelombang memiliki
keuntungan yakni (1) hubungan antara cahaya dan sinyal input eksternal mudah
dalam pemeliharaan pada jarak tertentu (2) cahaya secara efektif terkontrol
dengan input rendah (3) perancangan devais beraneka macam jika dibandingkan
dengan devais lainnya. Disamping itu, seluruh eksternal yang teraplikasi dalam
pandu gelombang tidak selalu berkontribusi pada kontol pandu gelombang karena
interaksi area dalam orde beverapa micron. Sinyal input tahap selanjutnya
ditentukan overlab antara pandu gelombang yang saling mempengaruhi satu dengan
yang lainnya.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar