Selasa, 10 Maret 2015

INVERSI POPULASI
Inversi populasi adalah proses pembalikan jumlah populasi elektron yang berada pada suatu sistem atomik. Atau dengan kata lain, ketika jumlah elektron pada suatu tingkat eksitasi melebihi jumlah elektron pada tingkat energi di bawahnya maka telah terjadi inversi populasi. Berdasar distribusi Boltzman, pada sistem yang berada dalam kesetimbangan termal, jumlah populasi (N1) pada tingkat yang berenergi E1 jauh lebih banyak dibanding  dengan jumlah populasi (N2) yang berenergi E2 (E2 > E1 ). Proses inversi populasi sangat diperlukan sebagai sarana terjadinya emisi terangsang sebagai salah satu faktor untuk dpat terbentuknya cahaya laser. Inversi populasi memerlukan sejumlah energi untuk mengeksitasi atom ke tingkat yang lebih tinggi (E2).
Proses pemberian energi sehingga mampu mengeksitasi atom ke tingakt yang lebih tinggi disebut dengan proses pumping. Energi yang dipompakan dapat berupa arus listrik atau berkas cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda. Untuk pompa energi dalam bentuk cahaya, dapat digunakan lampu flash atau semikonduktor.
Sumber untuk proses pumping seperti energi optical, bombarment elektron, energi kimiawi, injeksi arus. Umumnya pumping dilakukan dengan absorpsi terstimulasi, yakni pemberian energi sebesar perbedaan dari tingkat energi dasar ke tingkat yang diharapkan dapat digunakan untuk aksi laser tingkat tinggi.

OPTICAL FEEDBACK dan KONDISI THRESHOLD
Laser bila ditinjau dari mekanismenya lebih sama dengan proses osilasi. Positif feeback pada laser dpat dimunculkan dengan menempatkan medium gain (medium akti flaser) dalam pemasangan cermin yang membentuk cavity optik. Kavity optik merupakan salah satu bentuk dari resonator. Kavity mengandung berkas koheren yang dilingkupi oleh permukaan bersifat reflektif yang memungkinkan berkas cahaya tersebut bergerak bolak-balik melewati media penguat.
Cahaya yang mengalami osilasi dalam kavity mengalami kehilangan daya (loss) yang disebabkan difraksi atau absorpsi. Untuk mengembalikannya ke kondisi terstimulasi, maka harus dipumping kembali. Besarnya energi yang dipompakan harus mempertimbangkan batas ambang dari media penguat dan kehilangan daya di dalam kavity. Jika daya yang dipompakan terlalu kecil, maka emisi yang dihasilkan tidaka akan cukup untuk mengimbangi kehilangan daya akibat absorpsi. Sebaliknya, jika terlalu besar maka akan memperpendek usia penggunaannya. Oleh karena itu, diperlukan optimasi batas minimu energi yang dipompakan (lasing threshold), sehingga berkas laser yang dihasilkan cukup signifikan dengan umur pemakaian yang panjang. Kondisi threshold dicapai bila :
G = R1 R2 exp {2 (kth ) L} = 1
Dengan : kth = koefisien gain kondisi threshold
Beberapa syarat supaya laser dapat beroperasi, anatara lain :
-          Harus ada medium aktiv yang memancarkan radiasi dpektrum elektromagnetik
-          Terjadi inversi populasi dalam medium dengan cara mekanisme pumping
-          Osilasi laser harus terjadi optical feedback positif pada ujung mediumuntuk membentuk cavity




0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates