Selasa, 10 Maret 2015
Diposting oleh
Fitria Adi Mustika
di
06.06
Prinsip Sumbu Rotasi Indeks Ellipsoid
Berikutnya
berdasarkan medan listrik yang telah diterapkan sepanjang sumbu ypada bagian
Y-cut LiNbO3 (seperti Ex = Ez =0 dan Ey ≠ 0). Indeks ellipsoid pada
bagian silang dalam bidang y-z notmal ke sumbu x. selanjutnya rotasi sumbu y
dan z dengan sudut Ѳ sehingga perkalian silang yz dapat dieliminasi.
Secarasingkat persamaan indeks ellipsoid memenuhi :
Y2/
nY2 + Z2/ nz2 = 1
Gambar
:
Ketika
medan listrik digunakan sepanjang sumbu y dalam Y cut dengan x – propagasi
LiNbO3
Tan
2Ѳe = 2r51EYe / ( ne-2
– no-2 )
Dalam
LiNbO3 koefisiens r22 adalah mendekati sepersepuluh r33 dan ne(
r41 EY ) /( n-2- n-2 )adalah orde 10-4.
Perubahan indeks dipengaruhi oleh medan listrik yang selanjutnyang dapat kita
mengerti. Hal ini dalam ny ≈ 0dan nz ≈ no.
maka konsekuensinya sumbu utama diputar medan listrik EY sepanjang
arah y LiNbO3 . dalam system
koordinat baru ( x, y, z), tensor
dielektrik.
Disini
perubahan kecil dalam tensor dielektrik [ε] didefinisikan sebagai [Δε]. Dimana
polarisasi cahaya linier dengan medan listrik E yang terjadi di Kristal, [Δε]
berpengaruh pada perubahan polarisasi kecil.
δP =
ε0 [Δε] E
Jika
cahaya terpolarisasi sepanjang sumbu y [ seperti E = (0, EY, 0)]
yang menghasilkan persamaan :
δP =
ε0 δ ε23 Ey
persamaan
ini berimplikasi pada polarisasi kecil δP, untuk sinar ekstraordinary yang
dihasilkan oleh medan listrik Ey dan juga untuk sinar ordinary. Dengan kata
lain dua orthogonal terpolarisasi linier tergandeng yang terjadi pada sumbu
utama rotasi indeks ellipsoid. Fenomena ini beraplikasi TE – TM mode konversi
dalamoptika terpadu. TM – TE mode konversi, bagaimana pun memerlukan fase yang
sesuai antara dua mode dan sebagai tambahan mode tergandeng terjadi di sumbu
utama rotasi.
Sumber
diambil dari : Buku Optika Terpadu Karangan Agus Rubiyanto dan Ali Yunus Rohedi
Rohedi,
A.Y.(1997),”Perencanaan
Directional-Coupler Untuk Aplikasi
WDM Struktur 4x4”,Thesis Magister Teknik Bidang Optoelektronika dan Aplikasi Laser, Universitas
Indonesia,Jakarta.
Rubiyanto.A,
(2000), “Integriet Akustooptisches Heterodyne Interferometer in LiNbO3, Disertation,”
Universitaet Paderborn, Germany.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar