Sabtu, 21 Maret 2015


Semua jenis instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber ini, baik instalasi fiber optik bawah laut single mode maupun instalasi fiber optik bawah laut multi mode dipergunakan sesuai dengan kebutuhan aplikasi di lapangan. Cahaya instalasi fiber optik bawah tanah yang ada di dalam instalasi fiber optik bawah tanah atau kabel fiber tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi instalasi fiber optik bawah laut sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi atau untuk transmisi data maupun suara.

Perkembangan teknologi instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber saat ini, telah dapat menghasilkan instalasi fiber optik bawah laut dengan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar sehingga kemampuan instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber dalam mengirim atau mentransmisikan data dan suara menjadi lebih banyak dan lebih cepat dibandingan dengan penggunaan kabel tembaga utp cable. Dengan demikian instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber sangat sesuai digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi jarak jauh. Pada prinsipnya instalasi fiber optik bawah laut memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat didalamnya.

Efisiensi dari instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun instalasi fiber optik bawah laut yang berupa gelas/kaca. Semakin murni bahan instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber serupa kaca atau gelas tersebut, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh instalasi fiber optik bawah laut .

Sejak jaman dahulu kala, penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan, dan baru mulai tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber. Percobaan instalasi fiber optik bawah laut ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil instalasi fiber optik bawah laut yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun instalasi fiber optik bawah laut tersebut harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya instalasi fiber optik bawah laut adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe instalasi fiber optik bawah laut yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti instalasi fiber optik bawah laut yang dibungkus oleh gelas instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber yang mampu mentransmisikan gambar.

Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber sambil mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. 

Dan kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber ditemukan. Laser instalasi fiber optik bawah laut beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber. Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber dalam jarak 1 km, sinar laser instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter. Sekitar tahun 60-an ditemukan instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya instalasi fiber optik bawah laut yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber, dengan pencahayaan cukup mata normal akan dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik. Seperti halnya laser, instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya instalasi fiber optik bawah laut laut , instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, instalasi fiber optik bawah laut atau kabel fiber mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.


0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates