Selasa, 10 Maret 2015
Diposting oleh
Fitria Adi Mustika
di
05.52
Kontrol Akustooptik
Ketika sebuah medium optikal dikenai tegangan
mekanik terjadi perubahan pada indeks refraktif dan birefringence. Fenomena ini
dikenal dengan nama efek fotoelastik. Efek serupa oleh tegangan yang
berhubungan dengan gelombang akustik (gelombang elastic) yang mempengaruhi
mediu, disebut efek akustooptik, memberikan cara efektif untuk mengontrol
gelombang optic. Alat bertipe bulk yang digunakan sebagai deflector dan
modulator akustooptik, menghasilkan difraksi cahaya akustooptik dengan menggunakan
gelombang-gelombang akustik yang mempengaruhi medium bulk. Pada alat pengarah
gelombang, sebuah gelombang akustik permukaan digunakan untuk memberikan
keuntungan. Gelombang akustik permukaan dibahas pada bagian awal bab ini,
kemudian pembahasan dilanjutkan dengan cara pengontrolan gelombang menggunakan
efek akustooptik. Eksitasi gelombang akustik oleh sinyal elektrik memerlukan
transduser yang menggunakan material piezoeelektrik , efek akustooptik itu
sendiri dapat digunakan pada semua
medium optikal, termasuk Kristal anisotropic, dan material isotropic.
Sebuah material isotropic dapat menjadi anistropik secara optikal sebagai hasil
dari efek akustooptik dan karenanya penggunaan tensor diperlukan pada
pembahasan berikut.
Gelombang Permukaan Akustik
Pada suatu benda padat elastic serbasama P(X1,
X2, X3) adalah titik arbitrary pada benda padat. Ketika gaya eksternal di
kenakan pada benda padat tersebut, deformasi resultan. Untuk mendapatkan tensor
orde 2 yang simetris [s], dan disebut tensor strain. Strain tersbut juga dapat
ekspresikan sebagai vector enam komponen, dengan menghubungkan α = 1, 2, 3, 4,
5, 6 dengan ij = 11, 22, 33,31, 12 dan…
S α= Si
(α=1, 2, 3)
2Siji (α=4, 5, 6)
Konvensi ini
digunakan pada seluruh negeri Inggris dan Yunani. Telah diketahui bahwa
gelombnag elastik sama (gelombang akustik), yang memenuhi persamaan dapat
menyebar pada benda padat elastic. Bagian terbesar (bulk) gelombang elastic
meliputi gelombang transversal dan longitudinal, yang displacement mekaniknya
sejajar dan normal terhadap arah penyebarannya. Kecepatan penyebaran v berbeda
pada dua gelombang ini. Pada tiap gelombang hanya komponen tensor strain yang
tidak sama dengan 0 dan amplitudo S dihubungkan dengan tenaga gelombang elastic
PB melalui persamaan :
S = √2(PB/A)/ρv3
Dimana a adalah area penyebaran gelombang
elastic. S mengindikasikan bahwa S sesuai dengan akar tenaga tiap satuan area PB/A.
Pada bagian pemukaan benda padat elastic, kondisi batas Tij = 0 (i=1,2,3, j adalah arah normal terhadap permukaan) sehingga penyelesaian gelombang yang berbeda dengan
gelombang bulk dapat dihasilkan.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar