Selasa, 10 Maret 2015
Diposting oleh
Fitria Adi Mustika
di
05.47
SEMIKONDUKTOR
Semikonduktor
merupakan bahan padat yang menpunyai
sifat konduktivitas antara bahan konduktor dengan konduktivitas yang tinggi dan
isolator dengan konduktivitas rendah. Konduktivitas semikonduktor bervariasi
terhadap tempeatur, jumlah ketidakmurnian dalam semikon-duktor atau berubah
karena menyerap energi photon dalam proses penyinaran cahaya. Sedangkan pada
beberapa logam divalen, dua pita energi tertinggi saling tumpang tindih yang
menghasilkan sifat konduktivitas yang berbeda. Dalam isolator, pita energi konduksi tidak
terisi sedangkan pita valensi terisi penuh dengan elektron. Pemisah antara pita
konduksi dan pita valensi yang sangat besar dibanding dengan energi termal
rata-rata suatu elektron (kT). Pada temperatur ruang, kT bernilai sekitar
(1/40) eV, dengan energi gap pada bahan
isolator
≡ 4 eV, sehingga sangat sedikit elektron yang
dapat terpengaruh terhadap energi luar dan tidak menimbulkan sifat menghantar.
Bahan semikonduktor intrinsik (tanpa
doping/ ketidakmurnian) kondisinya seperti pada isolator, pada temperatur ruang
pita konduksi kosong sedangkan pita valensi terisi penuh dengan elektron.
Bedanya pada semikondukor energi gapnya cukup kecil (sekitar 1 eV), sehingga
elektorn mudah tereksitasi karena penambahan temperatur (energi) pada bahan.
Konsentrasi elektron dalam pita konduksi sama dengan konsentrasi lubang (hole)
dalam pita valensi.
n
= p = 
dengan
≡ konsentrasi instrinsik, nilainya bervariasi
secara eksponensial terhadap temperatur.
Suatu bahan semikonduktor instrinsik
bila setelah didoping dengan bahan semikonduk-tor lain yang memiliki jumlah
elektron dalam pita valensi yang berbeda, maka terjadi dominasi antara elektron
atau lubang tergantung pada dopant ( bahan untuk doping pembentuk
ketidakmurnian). Bila jumlah elektron pembawa lebih banyak dari jumlah lubang
pembawa maka semikonduktor inidikenal dengan semikonduktor tipe-n, sebaliknya
bila lubang pembawa lebih
banyak dari elektron pembawa disebut dengan tipe-p. Dalam smikonduktor
yangterdoping, konsentrasi pembawa tidak sama, dan bahan seperti ini dikatakan
sebagai semi-konduktor ekstrinsik.
p-n JUCTION
Banyak
piranti elektronika terdiri atas juction (penyambungan) antara bahan padat baik
yang sejenis maupun bahan yang tidak sama, seperti kombinasi bahan logam dengan
bahan logam, bahan logan dengan bahan semikonduktor, bahan semikonduktor dengan
bahan semikonduktor yang lain. Dari kombinasi bahan- bahan ini dapat
dikategorikan dalam beberapa jenis junctio, yakni
1. homojunction
yaitu
suatu junction yang dibentuk dari varian tipe-p dan tipe-n bahan semikonduktor
yang sama jenisnya, contohnya junction pada pembentukan komponen elektronika
seperti diode yang dibuat dari bahan semikonduktor silikon tipe-n dan tipe-p.
2. heterojunction
Yaitu
junction yang terbentuk dari bahan semikonduktor yang berbeda jenisnya,
contohnya junction antara bahan semikonduktor GaAs dan GaAIAs pada pembentukan
laser diode, atau pembuatan LED sebagai sumber cahaya dalam sistem
opto-elektronika.
3. junction
logam-semikonduktor
jenis
ini merupakan junction antara bahan semikonduktor khususnya tipe-n yang
dikontakkan dengan logam yang mempunyai fungsi kerja yang lebih tinggi,
contohnya logam emas yang didoping dengan antimoni (dengan presentasi yang
kecil/sedikit) dipadukan dengan bahan semikonduktor silikon tipe-n sehingga
membentuk lapisan n pada permukaan semikonduktor. Terbentuknya lapisan n ini
akan menambah sifat kontak ohmik yang lebih baik pada bahan semikonduktor ini.
2.3. p-n Junction Dalam Kesetimbangan
p-n
junction semikonduktor dibuat dengan menyambungkan dua buah bahan
semikon-duktor tipe-n dan tipe- p.
Proses doping menyebabkan energi Fermi
pada daerah tipe-p berada antara energi pita valensi dan pita konduksi dengan
posisi lebih dekat ke pita valenai, sedangkan untuk semikonduktor ekstrinsik
tipe-n dengan jumlah elektron lebih banyak energi Ferminya lebih tinggi
dibandig pada tipe-p dan berada disekitar pita konduksi, Setelah kedua tipe
semikonduktor ekstrinsik dijunction, kedua energi Fermi masing-masing tipe-p
dan tipe-n sama besarnya Jumlah lubang dalam tipe-p lebih banyak dari tepi-n (
karena proses pembentuk semikonduktor ektrinsik/terdoping, sehingga terjadi
difusi lubang dari daerah tipe-p ke daerah tipe-n, dan sebaliknya elektron akan
berdifusi dari daerah tipe-n kedaerah tipe-p. Keadaan ini terjadi disekitar
junction kedua bahan semikonduktor daerah ini dikenal dengan daerah deplesi.
Adanya proses difusi pada daerah junction menimbulkan medan listrik induksi
atau potensial kontak / potensial difusi
diantara dua daerah dan pita energi tipe- p
bergeser relatif terhadap tipe-n sebesar e
. Potensial kontak terjadi pada daerah
transisi/deplesi. Besarnya potensial
kontak tergantung pada temperatur dan tingkat doping.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar