Selasa, 10 Maret 2015
Diposting oleh
Fitria Adi Mustika
di
06.04
Transfer Daya Pada System Pandu
Gelombang Terkopel Unidirectional
Watak
atau perilaku kopling antar moda – moda gelombang pada dasarnya dapat
ditentukan melalui nilai tetapan propagasinya. Salah satu sifat dari system
pandu gelombang terkopel adalah adanya perpindahan daya antar pandu gelombang
penyusunnya. Untuk kasus unidirectional ini variasi amplitudonya diperjanjikan
bernilai positif, dengan konvensi ini.
Dua
buah nilai pada DA dan DB menunjukkan bahwa pada pandu gelombang I dan II
masing – masing merambat dua buah moda normal. Dengan definisi DA di atas, maka
untuk penyelesaian A(z). untuk menunjukkan kopel antar kedua moda normal, maka
ekspresi amplitude B(z) harus dinyatakan A(z). untuk menjelaskan proses
perpindahan daya antar pandu gelombang I dan II, cahaya diasumsikan dieksitasi
melalui masukan (z=0) pandu gelombang I. syarat batas yang sesuai untukmaksud
ini adalah A ( z = 0 ) = 1, dan B (z = 0 ) = 0.
Didaptkan
persamaan Aᶱ + A0 = 1 dan
K / ɤ-
Δ Aᶱ - K / ɤ + Δ A0 =
0
Pemanfaatan
ekspresi amplitude moda – moda normal A (z) dan B ( z ) untuk menjelaskan
perpindahan daya optic di dalam suatu direvtional – coupler hanya dapat
dilakukan bila daya optic dimaksud dinyatakan dalam besaran intensitas cahaya,
karena nilainya sebanding dengan kuadrat absolute dari amplitudo.
Tampak
bahwa daya gelombang yang merambat di sepanjang kedua pandu gelombang
bervariasi secara periodic. Perpindahan daya dari pandu gelombang I ke pandu
gelombang II berlangsung manakala F = 1,yaitu ketika Δ = 0 sehingga ɤ = k. kondisi
Δ = 0 terjadi bila tetapan propagasi gelombang pada kedua pandu gelombang sama
besar βa= βb, karena itu kondisi ini fasa kedua moda
gelombang dikatakan sinkron. Jarak perpindahan daya ini terjadi jarak yang
dinamakan satu panjang kopling z = Lc = π /2k, ekspresi jarak ini
diperoleh setelah member nilai 1 ( satu ) pada
│B ( z = L)│2 = 1.
Dari
penurunan di atas, dapat disimpulkan dua hal penting, yaitu :
1. Jika
kedua moda normal yang merambat dalamsistem terkopelberada pada kondisi fasa
sinkron,perpindahan daya berlangsung penuh 100 % dan hanya bergantung pada
koefisien koplingnya.
2. Jik
fasa moda kedua gelombang tidak sinkron, perpindahan daya 100 % tidak pernah
tercapai,karena itu disamping tergantung paad koefisien kopling juga pada
derajad kesinkronan fasanya.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar