Selasa, 10 Maret 2015

Kontrol Elektrooptik
Indeks Ellipsoid
Kontrol elektrooptik mode terpandu dalah pembentukan dari Kristal ferroelektrik seperti LiNbO3dan LiTaO3. Seperti Kristal optic anisotropi pada umunya yang bergantung pada  strukturnya (1) Kristal optic anistropi memiliki karakteristik 3 x 3 tensor dielektrik. Untuk memudahkan analisa, sumbu koordinat orthogonal ditransformasi ke sumbu utama, sehingga keseluruhan komponen diagonal adalah nol dalambentuk dielektrik tensor. 
Energy yang tersimpan dalam Kristal adalah :
We = ½ E.D
Propagasi cahaya dalam bahan anistropik akan dibahas dalamindeks ellipsoid, seperti perubahan indeks melalui efek elektropik.
Propagasi Cahaya Dalam Kristal Uniaxial
Properties Kristal optic ditentukan oleh struktur Kristal itu seperti yang dijelaskan di awal (2). Kubik Kristal merupakan optic isotropic dimana nx = ny ≠ nz. dalam Kristal yang memiliki struktur tetragonal, trigonal, dan hexagonal, indeks ellipsoidnya perputaran secara simetri dengan titik sumbu z.  seperti Kristal – Kristal optic uniaxial dimana nx = ny ≠ nz. LiNbO3 adalah material substrat terpenting dalam optika terpadu merupakan Kristal uniaxial dengan lipat tiga simetri. Sebagai tambahan nx = ny ≠ nz dalam Kristal biaxial dengan system triclinic, monoclinic, dan orthombik.
Memahami cahaya propagasi dalam Kristal uniaxial negative seperti  LiNbO3 dimana nx = ny = no , nz = nc dan no > ne (3) indeks ellipsoid Kristal uniaxial negative dimana S merupakan vector gelombang normalyang membentuk sudut Ѳ dengan sumbu z. setelah indeks ellipsoid sebagai sumbu simetri putar yang berada disekitar sumbu z, proyeksi vector S di bidang x – y dapat dipilih padasumbu y. dalam situasi ini cahaya terpolarisasi bidang ellips yang normal menuju ke vector S. dua orthogonal berada pada terpolarisasi linier. Pertama adalah berkas ordinary terpolarisasi OB dengan sudut Ѳ. Dan yang lainnya adalah berkas ekstraordinary, dengan polarisasi parallel kea rah OA. Panjang OA, ne (Ѳ ), sama dengan indeks sinar extraordinary . Persamaan :
ne = ne no / √ ne2 cos2 Ѳ + no2 sin2 Ѳ

Dari persamaan ini, dapat terlihat indeks extraordinary dari ne (Ѳ) = no di Ѳ = 0 ke ne (Ѳ) = ne di Ѳ = 90 ᵒ. Secara khusus, dimana Ѳ = 0 (propagasi gelombang sepanjang z axis), kedua sinar ordinary dan extraordinary terlihat indeks no. dengan kata lain, Kristal uniaxial berkelakuan seperti jika  optic isotropic, maka sumbu z Kristal uniaxial disebut sumbu optic.

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates