Selasa, 10 Maret 2015
Diposting oleh
Fitria Adi Mustika
di
05.49
LED ( LIGHT EMITTING DIODE)
LED
adalah komponen elektronika yang terbuat dari junction suatu bahan
semikonduktor tipe-p dan tipe-n, yang memancarkan cahaya bila diberi bias maju.
Seperti halnya pada diode p-n junction, bila diberi bias maju maka besarnya
tegangan barrier akan turun sehingga elekron dan lubang memiliki cukup tenaga
untuk berpindah melewati junction. Bila elektron dan lubang bertemu maka
elektron bertransisi dengan memancarkan energi dalam bentuk radiasi photon.
Besarnya
energi photon yang dipancarkan dinyatakan sebagai
E
= h v
dengan
v = frekuensi gelombang yang
dipancarkan.
h = konstanta Planck = 6,626.
Js
Perbedaan
bahan semikonduktor yang digunakan untuk membuat LED (baik yang horno-junction
maupun heterojunction) akan mempengaruhi besarnya rentang panjang gelombang,(
yang dipancarkan dan memberikan efisiensi
kuantum ang berbeda.
Bahan
semikonduktor merupakan bahan yang mempunyai sifat kontak ohmik yang kurang
baik, sehingga untuk dapt dibias maju perlu ditambahkan bahan konduktor seperti
aluminium dengan cara dilapiskan pada bagian atas dan bawah p-n junction.
Pemilihan bahan konduktor ini, selain mempertimbangkan konduktivitas bahan juga
kemampuan bahan konduktor menempel dengan baik pada paermukaan bahan semikonduktor
yang akan dilapisi. Selain ditambahkan bahan konduktor, untuk memperkuat bahan
konduktor dapat menempel pada bahan semikon-duktor ditambahkan bahan lain
seperti Si
.
Salah satu konstruksi LED yang sederhana Arus/aliran elektron injeksi diberikan
pada daerah tipe-p, dan photon memancar kesegala arah. Efesiensi kuantum
internal yang terjadi dalam junction, pada beberapa bahan LED dapat medekati
nilai 100%, tetapi efisiensi eksternal setelah photon keluar dari LED sangat
rendah. Penyebab utama dari turunnya efisiensi ini adalah penyebaran arah
rambat cahaya, dan terjadinya pemantulan dalam total karena sudut datang lebih
besar dari sudut kritis.
Fenomena
pemantulan dan pembiasan dai suatu sumber titik pada dua medium yang ber indeks
bias berbeda, Seberkas cahaya datang pada bidang batas dua medium, berkas
menjalar dari medium suatu berindeks bias
kedalam medium dua berindeks bias
,
dengan ketentuan
, pada gambar tampak tiga sinar yang datang
dengan sudut berbeda. Sinar pertama datang pada bidang batas, mengakibatkan
berkas cahaya terpantul dan terbias kedalam medium dua, sedangkan sinar kedua
hanya terpantul saja karena sudut datang tepat sama dengan sudut kritis yang
menghasilkan pemantulan dalam total. Penambahan sudut datang yang lebih besar
daripada sudut kritis akan memberikan akibat yang sama, yakni berkas cahaya
semuanya terpantulkan dan tidak ada yang dibiaskan. Dalam konstruksi LED,
berkas cahaya yang merambat dengan sudut datang sama atau lebih besar sudut
kritis harus dihindarkan supaya efisiensi energi yang dikeluarkan LED tidak
berkurang terlalu banyak.
Perbandingan
amplitudo gelombang yang terpantul dan yang terbias terhadap amplitudo
gelombang datang dapat ditentukan dengan
penurunan teori gelombang elektromagnetik. Besarnya perbandingan
amplitudo gelombang terpantul dan terbias terhadap amplitudo gelombang datang,
oleh Fresnel dikenalkan sebagai koefisien amplitudo transmis.
Ada
dua cara untuk memperbesar nilai F, yakni dengan mengurangi sudut datang
sehingga lebih kecil dari sudut kritis dan tidak terjadi fenomena pemantulan
dalam total. Cara ini dilakukan dengan membuat permukaan semikonduktor tipe-p
berbentuk hemisperikal. Cara
pemantulan bentuk hemisperikal ini memberikan daya LED yang cukup tinggi,
tetapi sangat sulit dan mahal untuk membentuk seperti ini. Cara kedua dengan
menempatkan junction dalam suatu cungkup yang terbuat dari bahan transparan
yang berindeks bias berbeda, dan strukturnya. Bahan
plastik dengan indeks bias 1,5 biasanya digunakan sebagai cungkup.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar